Umroh Part 1: Madinah

DSC_1723

Pagi itu sekitar jam 10 AM kami sekeluarga berangkat ke stasiun Purwokerto yang nantinya kami akan ke Jakarta dan besok siangnya kami terbang ke Saudi. Ini pengalaman pertama buat saya. Saya dulu pernah punya harapan ingin jalan jalan ke luar negri tapi negara yang pertama ingin saya kunjungin yaitu negara dimana ada rumah Nya disana. Alhamdulillah, entah saya masih ndak percaya kalau beberapa minggu yang lalu saya benar-benar kesana.

Di Jakarta kami bergabung dengan rombongan yang lain, subhanallah ada sekitar 120an jamaah dari tour travel kami dan ada beberapa lain lagi tour travel yang nantinya akan berangkat satu pesawat dengan kami. Oke pendek kata akhirnya kami berangkat walau sempat delay 2 jam Alhamdulillah kami sampai di Jeddah setelah 9 jam perjalanan, beruntungnya sakit boyok saya ndak kambuh selama 9 jam di pesawat itu wkwk.. Sekitar jam 8 malam (waktu Saudi 4 jam lebih awal dari waktu Indonesia) kami sampai di bandara King Abdul Aziz dan sudah ada bus yang mengunggu kami disana. Sebelumnya kami ada pemeriksaan di bandara yang biasanya sampai berjam jam, tapi alhamdulillah lagi saat itu ndak sampai 1 jam kami selesai dan langsung dibagi dalam bis kami.

DSC_1768

Setelah masuk ke bis masing-masing kami segera melanjutkan perjalan kami ke kota yang pertama dimana terdapat makam Nabi SAW disana, ya Madinah. Kurang lebih 5 jam perjalanan kami menuju hotel tempat menginap kami di Madinah, dan selang beberapa jam kemudian sudah adzan Subuh subhanallah. Langsung kami jalan kaki ke Masjid Nabawi yang berjarak 500 meter dari hotel tempat kami menginap. Adzan Subuh pertama kami kesana dan ternyata sudah cukup ramai jadi saya, ibu dan adik kebagian sholat tepat di pintu masjid bagian dalam. Kesan pertama saya setibanya disana dingin tapi manis, hayo gimana cobak njelasinnya wkwk abaikan. Mungkin ndak seru kalo kebanyakan tulisan ya, ini beberapa sudut kota Madinah yang sempat saya ambil.

DSC_1783

Ini langit sebelah selatan dari Gate 15 Masjid Nabawi, tepatnya setelah sholat Shubuh. Ada yang unik disana, jadi setiap selesai sholat fardhu banyak pedagang kaki lima berjualan dan berteriak teriak menawarkan dagangannya di setiap pintu masuk masjid, seingat saya ada sekitar 20 an pintu. Dan pedagang-pedagang itu bisa berbahasa Indonesia bahkan mau dibayar dengan rupiah tapi minimal 50 ribu karena kalau kurang dari itu bank tidak mau menukarkannya dengan real. Saat kmarin disana 1 real setara 3800 rupiah. Pedagang-pedagang itu menjual mulai dari buah, mainan, baju, jilbab, coklat, hiasan dinding dan banyak lainnya sambil berteriak “Sepuluh real, sepuluh real..” dengan bahasa Indonesia, keren ya.. Tapi memang selama disana kami banyak bertemu orang dari Indonesia, ada yang berbahasa Sumatra, Jawa, Sunda dan banyak lagi. Yang saya merasa wajib ambil gambar itu adalah pedagang jilbab yang cara menjualnya dengan melempar jilbab-jilbab warna warni itu tinggi-tinggi, menarik. Oiya karena saking banyaknya pedagang jadi arus jamaah yang akan keluar dari masjid jadi terganggu dan disitu polisi bertugas dengan mobil besar ala-ala polisi India pakai kacamata hitam mengusir pedagang-pedangan liar itu, tapi mereka ndak pernah kapok lho walau dagangannya ada juga yang sampai dibuang oleh petugas mereka tetap berjualan di pintu-pintumasjid terutama setelah sholat fardhu. Dan pembelinya tentu aja dominan orang-orang Indonesia. XD

DSC_1807

DSC_1805

Slama disana saya dan kluarga sempet muter-muter dikawasan skitar masjid Nabawi dan apa yang kita dapeeeet? Ini dia..

DSC_1905

DSC_1889

DSC_1893

DSC_1932

DSC_1909

DSC_1912

Ahahahak bingung ndak? Jadi shubuh2 itu kita nemu rumah makan Indonesia yang letaknya tepat lurus dari pintu 16 masjid Nabawi. Rumah makan ini buka 24 jam dan pas shubuh2 kita kesana masi sepi. Oiya bapak yang kerja jualan disana ternyata orang Indonesia juga, kalo ndak salah dari Jambi jadi kita bisa leluasa minta apa pake bahasa kita. Menunya Indonesia banget deh, ada bakso, balado, oseng, kering tempe, sambel, macem-macem tapi sempet kita habis maghrib kesana lagi malah dominan yang makan disana orang londo wkwk.. Soal harga yaa lumayan, kek smacem teh anget itu 2 real brarti skitar 8 ribu dan bgitu juga sama menu-menu lainnya. Tapi so far saya betah disini šŸ˜€

DSC_1801

DSC_1816

DSC_1822

DSC_1969

Berhubung udah malem ngeblog nya soal 3 hari di Madinah tinggal lampiran-lampiran potonya aja ya, dilanjut besok-besok lagi kalo udah selo.. Ndak kalah seru yang lanjutnya 4 hari di Mekkah & Jeddah.. =D

DSC_1885

DSC_1860

DSC_1876

DSC_1947

DSC_1904

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s