Sweet Escape to Gili Nanggu, Sudak & Kedis

Beberapa orang ngira ada sesuatu yang “wah” dibalik jas putih profesi dokter, mereka ndak sepenuhnya bener. Kami ber 11 yang tinggal di sebuah kontrakan tua dengan 3 kamar di daerah Gerung Lombok Barat punya latar cerita beda-beda. Tapi suatu ketika kami ditemukan dalam perjuangan yang sama setelah nempuh 8 tahun pendidikan di Jawa. Dan kami menyebutnya Internsweet. Sebagian dari kami ada yang berasal dari keluarga yang sudah ndak utuh, ada anak ke 13 dari 13 bersaudara yang harus berjuang buat hidup, ada juga teman yang “nyebrang” fakultas 3 kali dan ujungnya berlabuh di FKU bareng kami. Sedangkan saya, si kurus keras kepala yang ndak habis-habisnya ditempa pelajaran dari keegoisannya sendiri wkwk.. Dari sini kami memulai cerita..

Internship, program pendidikan profesi lanjutan setelah lulus dokter dari pemerintah, yang mewajibkan kita nglewatin 4 bulan di puskesmas terpencil dan 8 bulan di RSUD dengan BHD (Bantuan Hidup Dasar) semasa kita dulu sebesar 40 ribu rupiah perhari, itu berlaku sama untuk Jawa ataupun luar Jawa. Kalau diinget-inget lucu, ada yang galau pengen pulang tapi ndak ada ongkos, pengen makan nasi padang mesti 45 menit ke kota Mataram, pengen tidur tenang beberapa jam aja tapi kepentok jaga malem, belom lagi stressor dari senior dan pasien yang nguras mental dan otak.

Terus gimana cara kami ngehibur diri sendiri? Ya, ucapan terimakasih dari pasien  atau keluarga biasanya cukup bikin kami lega, tapi ndak jarang juga kami bener-bener suntuk dan butuh pelampiasan. Kebetulan saya dan beberapa temen ngirim motor dari Jawa yang ongkosnya nglebihin tiket pesawat buat manusia wkwk. Dan akhirnya dengan modal bensin full kami cari pelampiasan disela-sela libur jaga rodi. And here they are..

Sekali dayung 3 gili terlampaui, ini gili pertama yang kita menclokin, Gili Nanggu. Termasuk deket dari rumah kontrakan kita, sekitar 45 menit pake motor. Tepatnya di daerah Sekotong, Lombok Barat.

Lanjut ke gili kedua di deretan Sekotong ada gili Sudak, disitu tempat kita makan siang. Pas nyebrang sempet kita lihat beberapa nelayan mancing ikan dan lucunya manclup langsung ke laut. Sekotong juga merupakan daerah yang terkenal sebagai tempat budidaya mutiara di Lombok.

And then last, Gili Kedis. Gili yg paling imut tp paling berkesan. Banyak bintang laut di sana, kita mainan pasir kek anak TK ketemu liburan hahaha..

Dan dengan tawa lepas kita melanjutken hari-hari berikutnya ngabdi buat negara, ndengerin keluhan, kesakitan, kesedihan ditinggalin karena kematian, dan temen-temennya. Yak itu secuil cerita dari kami, intinya tiap pekerjaan punya resiko dan gimanapun cara kami nglewatinnya supaya kliatan tetep senyum besok harinya biar jadi cerita hidup kami. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s